A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/allfunc.php

Line Number: 266

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/allfunc.php

Line Number: 350

Kompas.Com - Bayi Kuning, Normalkah?
Bayi Kuning, Normalkah?
Rabu, 16 Desember 2009 | 10:35 WIB

KOMPAS.com - Bayi kuning atau istilah medisnya ikterus neonatus biasa terjadi pada bayi baru lahir. Sekitar 60 persen bayi lahir cukup bulan dan 80 persen bayi prematur mengalami ikterus. Meski hal biasa, namun tanpa perawatan yang baik, bayi kuning bisa kejang-kejang, bahkan cacat.

Ikterus neonatus terjadi karena peningkatan kadar bilirubin dalam darah.  Bilirubin dalam darah menjadi bermasalah karena fungsi hati pada bayi baru lahir belum "matang" atau belum optimal. Akibatnya, produks bilirubin bebas berlebihan, sementara proses pembuangannya sedikit.

Kematangan fungsi hati berlainan untuk setiap bayi. Biasanya tiga sampai empat hari setelah bayi dilahirkan, hati baru bisa berfungsi normal. Namun, ada juga bayi yang membutuhkan waktu satu sampai dua minggu.

Pada bayi normal, kadar bilirubin umumnya akan meningkat mulai hari ke-2 dan mencapai puncaknya pada hari ke-5 atau ke-7. Selanjutnya, bilirubin akan menurun kembali kadarnya sampai hari ke-10.

Bila ikterus ini bersifat fisiologis, kadar birilubin tersebut akan berkisar antara 5-7 mg, dan tidak melebihi 12 mg. Namun, jika kadar bilirubin ini mencapai 15 mg, perlu dilakukan penanganan khusus. Jika terlambat mendapat perawatan, bayi bisa mengalami kejang, cacat otak, bahkan meninggal dunia.

Untuk memantau warna kuning pada bayi, perhatikan bagian mata bayi. Jika putih matanya berubah kuning, berarti bayi mengarah ke kuning. Kuning menjalar dari sekitar wajah ke seluruh tubuh. Perhatikan pula warna urin bayi, bila warnanya kuning tua atau cokelat, kemungkinan kadar bilirubinnya sudah sangat tinggi. Orangtua harus segera membawa bayi ke rumah sakit bila bayi tidak aktif, sering mengantuk, lemas, demam, dan tidak mau minum.

Jika kadar bilirubin bayi tinggi, maka fototerapi (terapi sinar biru) perlu dilakukan. Karena kadar bilirubin yang tinggi dapat menyebabkan keracunan pada otak bayi, yang akhirnya dapat menyebabkan retardasi mental atau palsi serebral. Bila kadar bilirubin tak terlalu tinggi, pemberian ASI bisa sangat membantu.


AN

Editor: acandra

http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda
0
0
Nilai 4.75 A A A
Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
mama adel @ Rabu, 16 Desember 2009 | 13:46 WIB
bayi saya pernah terserang penyakit kuning pada hr 26 stlh lahir,kadar bilirubin 17 dirawat selama 3 hr dgn terapi bluelight kadar bilirubin lngsg turun menjadi 3. apakah akan ada dampaknya setelah bayi saya besar???....
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: simplexml_load_file(http://74.6.145.157/xml_2_9_3/?mkt=sg&source=kompas_id_ctxt&config=20463156561&ctxtId=femalewoman&affilData=ip%3D10.50.12.118&ctxtUrl=http%3A%2F%2Fkompas.com&maxCount=3) [function.simplexml-load-file]: failed to open stream: Connection timed out

Filename: banner/right.php

Line Number: 51

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: simplexml_load_file() [function.simplexml-load-file]: I/O warning : failed to load external entity "http://74.6.145.157/xml_2_9_3/?mkt=sg&source=kompas_id_ctxt&config=20463156561&ctxtId=femalewoman&affilData=ip%3D10.50.12.118&ctxtUrl=http%3A%2F%2Fkompas.com&maxCount=3"

Filename: banner/right.php

Line Number: 51

447