Quitting Something, and Happy About It
Kadang-kadang memutuskan untuk berhenti butuh keberanian besar.
Selasa, 14 Juli 2009 | 19:37 WIB

KOMPAS.com - Sarah Palin mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur Alaska per 26 Juli ini, 18 bulan sebelum masa jabatannya berakhir. Keputusannya mengejutkan banyak pihak. Ada yang mengatakan bahwa Palin sedang berstrategi untuk persiapan mencalonkan dirinya untuk pemilihan presiden pada 2012 nanti. Ada yang mengatakan bahwa pengunduran diri tersebut justru mengakhiri karier politiknya. Di lain pihak, Palin dilaporkan mengatakan bahwa ia hanya ingin menghabiskan waktu untuk keluarga, menjalani sejumlah kontrak untuk menulis buku, menjadi pembicara di berbagai seminar, dan lain sebagainya.

Apa pun alasan yang dilontarkan di balik pengunduran dirinya, orang rasanya akan terus mempertanyakan keputusannya. Mengapa harus mundur? Hal seperti ini juga sering terjadi ketika seorang teman yang punya jabatan penting di perusahaan (tentunya bergaji tinggi), dan menikmati pekerjaan dalam suasana yang menyenangkan, mendadak resign. Ia hanya ingin menjadi ibu rumah tangga. Keputusan ini jelas membuat semua temannya seolah tidak menerima kenyataan, padahal bukan mereka yang membuat keputusan. Enggak nyesel, nih? Begitu kira-kira pertimbangan mereka.

Kita tentunya tak akan pernah tahu apa yang menjadi pertimbangan sebenarnya ketika seseorang yang tampaknya happy-happy saja dengan kondisi dirinya, tiba-tiba memutuskan untuk melepaskan kondisi tersebut. Banyak orang yang mengharuskan dirinya menjadi seorang finisher. Jika Anda telah memulai sesuatu, lakukan hingga tuntas. Jika Anda melakukan kesalahan dalam pekerjaan, bertanggungjawablah dengan memperbaikinya. Jika Anda sudah berjanji pada suami untuk mengurangi kebiasaan untuk shopping, tepati janji Anda.

Namun, sekali lagi, mungkin kita tidak perlu men-judge keputusan seseorang. Bahwa bila seorang teman mengundurkan diri karena tidak sanggup menjalani loading kerja yang begitu tinggi, artinya ia bukan orang yang mampu bertahan dalam tekanan. Bila seseorang memutuskan untuk membatalkan rencana pernikahan yang sudah di depan mata, ia akan mempermalukan keluarganya. Hal ini terjadi karena kita melihatnya dari sisi orang lain.

Bagi teman kita, kadang-kadang mengundurkan diri merupakan langkah terbaik. Dalam banyak kasus, hal itu juga menjadi pilihan paling sehat. Ia mungkin membutuhkan suatu keberanian luar biasa untuk membuat keputusan tersebut. Ketika akhirnya keputusan itu disampaikannya, ia merasa begitu lega, begitu bahagia. Seolah beban berat telah dilepaskan dari pundaknya.

Di antara teman-teman kita, ada beberapa hal yang biasanya membuatnya menyerah, mengundurkan diri, membatalkan sesuatu, atau berhenti melakukan sesuatu. Contohnya:

1. Mengundurkan diri dari pekerjaan yang membuat Anda merasa tenaga Anda diperas habis-habisan, namun tidak mendapatkan rewards yang seimbang. Anda ragu untuk meninggalkan pekerjaan tersebut, mengingat nama besar dan proses seleksi yang ketat untuk bisa menjadi pegawai di sana. Belum lagi Anda sudah memiliki pinjaman rumah atau mobil yang belum lunas. Ketika akhirnya berhasil mencari jalan keluarnya, tentu Anda merasa begitu lega. Seolah Anda ingin mengatakan, "Bos tidak bisa memperlakukan saya dengan semena-mena lagi sekarang!"

2. Membatalkan rencana pernikahan, setelah akhirnya mampu menyadari bahwa pasangan bukan merupakan orang yang tepat bagi Anda. Bila hingga detik terakhir Anda masih belum sreg, merasa hidup Anda bakal membosankan, atau tidak maju-maju bila terus bersamanya, mungkin inilah saatnya Anda membuat keputusan. Atau mungkin justru sebaliknya, Anda bersyukur telah menikahi pria yang pada awalnya tidak "meyakinkan" ini, namun kini Anda merasa begitu bahagia dan sukses berkat dukungannya.

3. Pindah jurusan saat kuliah, karena merasa Anda telah memasuki jurusan yang salah. Anda mengira Anda berminat dengan sesuatu bidang, yang ternyata disebabkan dorongan orangtua, pengaruh teman-teman, atau bahkan termakan iklan. Setelah merasa kehidupan di kampus sangat tidak menggairahkan, Anda memberanikan diri mengatakan pada orangtua bahwa Anda ingin berhenti kuliah di jurusan tersebut. Anda lalu memilih jurusan yang betul-betul Anda minati, dan kini Anda telah menjadi praktisi yang sukses di bidang tersebut.

4. Berhenti merokok, mengonsumsi kafein, makanan-makanan yang tidak sehat, bahkan narkoba. Anda berhenti di saat yang tepat, sebelum Anda mengidap penyakit berbahaya yang diakibatkan oleh gaya hidup tersebut. Bila Anda masih meneruskan kebiasaan tersebut bersama teman-teman "sehobi", mungkin hidup atau karier Anda akan hancur saat ini.

Palin mengemukakan kekecewaan sekaligus kelegaannya setelah memutuskan resign. "Ini keputusan terbaik untuk Alaska," sambil mengatakan bahwa ini juga akan baik untuk keluarganya. "Saya 'mendapatkan suara' dari orang-orang terpenting dalam hidup saya -anak-anak saya- dengan suara bulat. Empat 'ya' dan satu 'tentu saja ya!'" serunya.

Anda pernah mengalami hal seperti ini? Bagikan pengalaman Anda!


DIN

Sumber : Glamour

http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda
6
0
A A A
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
sabrina duncan @ Senin, 20 Juli 2009 | 11:27 WIB
" quitting something " yang pernah saya lakukan dan paling membahagiakan adalah quit smoking..... dan mulai mempraktekan olah raga yoga.... Coba dech.... hasilnya menakjubkan....;)
dexata @ Selasa, 14 Juli 2009 | 20:34 WIB
beda ya ma pejabat kita klo udah diatas dak ada yang mo turun, maunya terus diatas aja walaupun semasa jabatannya tidak ada kemajuan....korupsi meraja lela...nanti mati makan tuh uang hasil korupsi di kuburan
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: simplexml_load_file(http://74.6.145.157/xml_2_9_3/?mkt=sg&source=kompas_id_ctxt&config=20463156561&ctxtId=femalewoman&affilData=ip%3D10.50.12.118&ctxtUrl=http%3A%2F%2Fkompas.com&maxCount=3) [function.simplexml-load-file]: failed to open stream: Connection timed out

Filename: banner/right.php

Line Number: 51

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: simplexml_load_file() [function.simplexml-load-file]: I/O warning : failed to load external entity "http://74.6.145.157/xml_2_9_3/?mkt=sg&source=kompas_id_ctxt&config=20463156561&ctxtId=femalewoman&affilData=ip%3D10.50.12.118&ctxtUrl=http%3A%2F%2Fkompas.com&maxCount=3"

Filename: banner/right.php

Line Number: 51

41