10 Cara Hadapi Kritik dengan Elegan
Tak usah stres dengan kritikan dari atasan.
Rabu, 22 Juli 2009 | 17:14 WIB

KOMPAS.com - Siapa yang senang dikritik? Saat dikritik, entah benar atau tidak, wajah dan hati kita pasti langsung panas. Kita merasa terluka, kesal, atau tidak terima. Apalagi jika Anda dipanggil khusus ke ruang rapat untuk mendengarkan kritikan tersebut. Anda merasa dikeroyok, sehingga tidak berdaya. Bila kritikan yang disampaikan tersebut benar, ada kalanya kita malah merasa begitu kecewa dan gagal, sehingga akhirnya mempengaruhi hasil kerja.

Namun, hal ini harus kita hadapi. Dengan dikritik, tidak berarti karier kita habis. Kita justru diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Nah, bila Anda menerima kritik, hal-hal berikut ini dapat Anda lakukan:

1. Renungkan lagi. Kadang-kadang kita merasa tersinggung dengan kritik justru karena kita tahu kritik tersebut memiliki dasar yang jelas. Bila hal ini terjadi, tarik nafas dalam-dalam, lalu coba renungkan lagi. Hanya karena Anda membuat kesalahan dan harus memperbaikinya, bukan berarti Anda seorang loser. Seringkali rasa terluka atau rasa bersalah akibat dikritik itu tidak terlalu menyakitkan bila kita tidak bersikap defense.

2. Akui bahwa hal itu menyakitkan. “Ya ampun, memang konsepku kurang matang, ya? Ya sudah, coba aku perbaiki." Kejujuran Anda ketika dikritik justru akan menunjukkan kematangan Anda. 
 
3. Tak usah langsung bereaksi. Akan lebih baik jika reaksi pertama Anda adalah mendengarkan dulu, dan mengatakan, "Oh, begitu ya? Nanti aku matangkan lagi konsepnya, mudah-mudahan besok bisa selesai." Banyak dari kita yang begitu hanyut dalam sensitivitas yang dalam, sehingga butuh waktu untuk mengenali apa yang sebenarnya kita rasakan. Jadi, ambillah waktu untuk berpikir dulu sebelum Anda bereaksi keras yang mungkin malah membuat Anda menyesal belakangan.

4. Kembalilah ke masalah tersebut. Jika Anda menyesal telah mengatakan sesuatu, atau tidak mengatakan sesuatu yang seharusnya Anda katakan, lontarkan kembali topik tersebut meskipun pembahasan mengenai hal tersebut sudah berlalu. "Saya berpikir lagi tentang apa yang Bapak katakan, dan saya hanya ingin Bapak tahu bahwa saya...." Mengemukakan hal ini akan menghilangkan ganjalan di hati Anda.

5. Bersimpatilah pada pengkritik Anda, karena hal ini bisa mencairkan situasi. Bagi sebagian orang, memberikan kritik sama sekali tidak menyenangkan. Bila hal ini terdengar keras untuk Anda, sebenarnya hal ini juga tidak nyaman bagi dia saat menyampaikannya.

6. Pertimbangkan sumbernya. Siapa yang menyampaikan kritik tersebut, dan apa motivasi mereka? Jika Anda merasa telah dikritik tanpa dasar, maka Anda perlu menyampaikannya. Hal ini memang sulit, karena Anda pasti akan dianggap defensif. Bila ini yang terjadi, tak perlu langsung bereaksi (kembali ke poin 3). Pikirkan kembali hal-hal yang menjadi pembelaan Anda, dan berikan bantahan yang menunjukkan kekuatan Anda. "Saya sudah berhasil menekan pengeluaran, kok, buktinya... (jelaskan apa yang sudah Anda lakukan)".
 
7. Ketahui hak-hak Anda. Kadang-kadang keabsahan bisa dipertimbangkan. Perusahaan mungkin sedang bermasalah. Jika Anda sedang sial, mungkin PHK adalah konsekuensinya. Namun Anda bisa mempertanyakan hak-hak Anda, misalnya, atasan seharusnya memberikan surat peringatan lebih dulu. Atau, Anda baca kembali "buku putih" perusahaan untuk mengetahui apakah tindakan Anda patut diberi ganjaran sebesar itu. Anda juga memiliki hak untuk diperlakukan dengan respek, tak peduli betapa parahnya situasi Anda. Kritik yang disampaikan tanpa kepedulian adalah tindakan tidak bertanggung jawab.

8. Minta pengukuran yang spesifik. Jika Anda diminta untuk melakukan perbaikan atau peningkatan hasil kerja, Anda bisa menanyakan pengukuran secara spesifik. Anda tidak bisa memenangkan balap lari bila tidak ada garis finish-nya bukan? Bersikaplah tekun, dan selalu memastikan kepuasan bersama. 

9. Katakan terima kasih. Benar atau salah kritik yang disampaikan kepada Anda, sampaikan terima kasih. Bagaimana pun, hal ini memberikan kesempatan bagi Anda untuk belajar dan merenung kembali.
 
10. Sembuhkan luka-luka Anda. Memar di tubuh tentu membutuhkan kantong es atau mandi air panas. Jadi, manjakan diri Anda untuk recovery. Dengan demikian, Anda bisa menghadapi hari yang baru dengan semangat baru. Percayalah bahwa tidak ada sesuatu yang tidak dapat diatasi.


DIN

Sumber : Intent

http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda
45
0
Nilai 4.88 A A A
Ada 6 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Putra Nandaka @ Rabu, 29 Juli 2009 | 14:53 WIB
Dgn adanya kritik kita bisa cepat mengetahui apa-apa saja kesalahan yg telah kita lakukan, agar dpt segera kita perbaiki dan dikemudian hari tdk kita lakukan lagi kesalahan tersebut.
avian @ Kamis, 23 Juli 2009 | 16:29 WIB
kritik membangun memang seharusnya diterima dengan syukur krn akan menambah kemampuan kita. tetapi bila ada kritik yang sinis/sentimen/kecemburuan sebaiknya jangan terpancing emosi
Lily @ Kamis, 23 Juli 2009 | 14:38 WIB
Kritik merupakan makanan yang perlu dikunyah dengan hati yang lapang,karena hanya musuh kita yang berani menyampaikan kekurangan kita.jadi cernalah dan ambil sarinya untuk memperbaiki kelemahan dan kekurangan kita.Saya sangat terbiasa mendengar dan menerima kritikan untuk meningkatkan kemampuan. Selamat menguji diri kita.
Bree @ Kamis, 23 Juli 2009 | 09:37 WIB
Hmmm,saya sudah sejak duduk di bangku kuliah menerapkan semua tips di atas...Tapi, artikelnya tetap sangat menginspirasi. Bagi saya, proses menghadapi kritik adalah pembelajaran seumur hidup... Thanks anyway...
gunawan @ Rabu, 22 Juli 2009 | 17:40 WIB
artikel yang sangat bagus, dan sangat membantu sekali, terimakasih,
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: simplexml_load_file(http://74.6.145.157/xml_2_9_3/?mkt=sg&source=kompas_id_ctxt&config=20463156561&ctxtId=femalewoman&affilData=ip%3D10.50.12.118&ctxtUrl=http%3A%2F%2Fkompas.com&maxCount=3) [function.simplexml-load-file]: failed to open stream: Connection timed out

Filename: banner/right.php

Line Number: 51

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: simplexml_load_file() [function.simplexml-load-file]: I/O warning : failed to load external entity "http://74.6.145.157/xml_2_9_3/?mkt=sg&source=kompas_id_ctxt&config=20463156561&ctxtId=femalewoman&affilData=ip%3D10.50.12.118&ctxtUrl=http%3A%2F%2Fkompas.com&maxCount=3"

Filename: banner/right.php

Line Number: 51

38